Tahap-Tahap Tidur
Hallo Great People! Terima kasih masih setia dengan blog aku, hehe... Nambah wawasan lagi yuk! Kali ini mimin ingin membahas tentang Tahap-Tahap Tidur. Take your coffee and enjoy reading yaaa great people!
Tahap – Tahap Tidur
Ukuran-ukuran Psikofiologis dan tahap-tahap
tidur
Ada perubahan-perubahan besar pada EEG
manusia sepanjang waktu tidur setiap malamnya. Gelombang-gelombang EEG yang
menyertai tidur pada umumnya bervoltase tinggi dan lamban, kemudian hilangnya aktifitas
elektromiografik pada otot-otot leher selama periode tidur yang sama. Setelah
itu, electroencephalogram (EEG), electrooculogram (EOG) dan electromyogram
(EMG) leher menjadi tiga dasar psikofisiologis baku untuk mendefinisikan tahap-tahap
tidur.
Tiga tahap EEG tidur : Tidur ayam, Menyambut tidur pulas, Tidur nyenyak
Tahap 1 NREM: “Tidur-tidur ayam”
Selama tahapan tidur pertama, yaitu tahap 1 NREM,
tubuh, mental, dan pikiran Anda masih berada pada ambang realitas dan alam
bawah sadar. Ini artinya, Anda masih setengah sadar tetapi sekaligus setengah
tertidur. Pada tahap ini, detak jantung, pernapasan, hingga pergerakan mata melambat.
Peristiwa yang sangat umum terjadi selama periode
ini adalah sentakan mioklonik. Jika Anda pernah terkejut mendadak tanpa alasan
apapun, artinya Anda mengalami fenomena ini. Mungkin tampak mengkhawatirkan,
tetapi sentakan mioklonik sebenarnya cukup umum.
Nah, meski mata sudah tertutup, Anda masih bisa
dibangunkan atau tidak sengaja terbangun dengan mudah pada tahap tidur ini.
Sebagai tahapan awal, tahap 1 NREM normalnya berlangsung selama satu hingga
lima menit. Jika pada tahap ini tidur tidak terganggu, Anda bisa dengan cepat
memasuki tahap berikutnya, yaitu tahap 2 NREM.
Tahap 2 NREM: Menyambut tidur pulas
Pada tahapan tidur selanjutnya, yaitu tahap 2 NREM,
Anda mulai memasuki tidur nyenyak. Ini artinya, Anda sudah mulai benar-benar tidur.
Saat itu, detak jantung dan pernapasan Anda lebih lamban dan otot juga lebih
rileks. Lalu, suhu tubuh semakin rendah dan pergerakan mata terhenti.
Ketika memasuki tahap tidur kedua ini, gerak mata
berhenti dan gelombang aktivitas otak
melambat. Namun, kondisi ini juga disertai dengan semburan gelombang elektrik
cepat pada otak yang terjadi sesekali. Selain itu, K-complex, puncak tegangan
tinggi negatif pendek, juga menjadi penanda dari tahapan 2 tidur NREM ini.
Kedua fenomena tersebut bekerja sama melindungi
tidur dan menekan respons terhadap rangsangan luar. Selain itu, keduanya juga
bermanfaat untuk membantu penggabungan memori berbasis tidur dan pengolahan
informasi.
Memasuki tahap tidur yang ke-2 ini, Anda juga akan
menjadi semakin kurang sadar akan lingkungan sekitar. Jika ada orang yang
melakukan percakapan dan terdengar pada tahap ini, Anda tidak dapat memahami
apa isi dari percakapan tersebut.
Anda biasanya berada pada tahapan ini selama 10-25 menit pada siklus tidur yang pertama. Namun, saat mengulang siklus, Anda mungkin akan menghabiskan waktu yang lebih lama pada tahapan ini. Bahkan, waktu yang Anda habiskan untuk berada pada tahapan ini lebih lama daripada pada tahapan lainnya.
Tahap 3 NREM: Tidur nyenyak
Selanjutnya, Anda memasuki tahap tidur ketiga,
yaitu tahap 3 NREM. Jika tahapan sebelumnya, Anda baru mulai memasuki tidur
nyenyak, pada tahapan ini Anda sudah berada dalam tidur yang pulas atau
terlelap. Pada tahap ini, otak melepaskan gelombang delta.
Awalnya, aktivitas otak diselingi oleh gelombang
yang lebih kecil dan cepat, tetapi kemudian secara eksklusif didominasi oleh
gelombang delta. Oleh sebab itu, para ahli juga menyebut tahap tidur ini
sebagai tahap tidur delta atau delta sleep.
Selama
tahap ini, Anda menjadi kurang responsif dan suara serta aktivitas di
lingkungan mungkin gagal untuk menghasilkan respons. Tidak ada gerakan mata
atau aktivitas otot. Tahapan ketiga juga bertindak sebagai masa transisi antara
tidur ringan dan tidur yang sangat dalam (deep sleep).
Akan sangat sulit untuk membangunkan seseorang yang
sedang ada pada tahapan ini. Biasanya, jika terbangun, ia tidak bisa sesegera
mungkin menyesuaikan diri dengan perubahan. Bahkan, sering kali merasa kikuk
atau grogi serta kebingungan selama beberapa menit setelah bangun tidur.
Ada beberapa gangguan tidur yang mulai terjadi saat memasuki tahap tidur
ketiga ini. Sebagai contoh parasomnia,
mengompol, teror malam, atau sleepwalking. Jika mengidap salah satu jenis gangguan tidur,
Anda mungkin mengalaminya pada tahap yang satu ini.
Selama tahapan tidur nyenyak, tubuh memulai
perbaikan dan pertumbuhan jaringan kembali. Tak hanya itu, tubuh juga membangun
kekuatan tulang dan otot, meningkatkan pasokan darah ke otot,
hingga meningkatkan dan memperkuat sistem imun.
Bermimpi
Dukungan untuk teori bahwa tidur-REM adalah
correlate fisiologis bermimpi dating dari observasi bahwa 80% keterbangunan
dari tidur REM dan hanya 10%
keterbangunan dari tidur NonREM yang memunculkan ingatan mimpi. Mimpi yang diingat dari tidur NREM
cenderung berupa pengalaman-pengalaman terpisah. Sementara itu, mimpi yang
terkait dengan tidur REM berbentuk cerita atau naratif.
Interpretasi Mimpi
Freud
percaya bahwa mimpi dipicu oleh keinginan yang tidak dapat diterima, sering
kali bersifat seksual yang ditekan. Ia mengatakan bahwa karena mimpi
mempresentasikan keinginan-keinginan yang tidak dapat diterima, maka mimpi yang
kita alami semata-mata merupakan versi terselubung dari impian-impian riil
kita. Sebuah sensor tak sadar menutupi dan mengurangi informasi dari impian
nyata kita sehingga kita dapat terus sanggup memikulnya.
Mengapa Kita Tidur, dan Mengapa Kita Tidur
Ketika Kita Tidur
Dua Macam Teori Tentang Tidur
1.
Teori
Rekuperasi
Recuperation Theories
of Sleep (teori rekuperasi tentang tidur) adalah bangun mendisrupsi homeostasis
tubuh dengan cara tertentu dan tidur dibutuhkan untuk memulihkannya. Dua teori
rekuperasi tentang tidur mengatakan bahwa fungsi tidur adalah untuk memulihkan
tingkat energi yang menurun selama bangun dan untuk membersihkan racun dari
otak dan jaringan-jaringan lain yang terakumulasi selama bangun.
2.
Teori
Adaptasi
Adaptation Theories of Sleep (teori adaptasi
tentang tidur) adalah tidur bukan reaksi terhadap efek-efek distruptif bangun
tetapi sebagai akibat mekanisme timing internal 24 jam, artinya manusia
semuanya terprogram untuuk tidur dimalam hari terlepas dari apapun yang terjadi
pada diri kita disiang hari. Teori adaptasi tentang tidur lebih memfokuskan
pada kapan kita tidur daripada fungsi tidur.
Analisis Komparatif Tentang Tidur
Fakta bahwa semua mamalia dan burung tidur menunjukkan bahwa tidur menjalankan beberapa fungsi fisiologis penting dan bukan sekedar melindungi binatang dari kecelakaan dan menhemat energi. Fakta bahwa semua mamalia dan burung tidur menunjukkan bahwa fungsi tidur bukanlah fungsi khusus mamalia yang ordonya lebih tinggi.
Perbedaan antarspesies yang besar dalam waktu tidur menunjukkan bahwa meskipun tidur mungkin esensial bagi kelangsungan hidup, tetapi belum tentu dibutuhkan dalam kuantitas besar. Banyak studi telah mencoba mengindetifikasi karakteristik tertentu yang mengidentifikasi berbagai spesies sebagai long sleepers dan short sleepers.
Nah itu dia penjelasan tentang tahap-tahap tidur, semoga menambah wawasan baru untuk Great People ya! Thank you :)
Jangan lupa tinggalkan jejak, h3h3
Instagram : Mega Widya (@immegaw) • Instagram photos and videos
Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCnWgO0A8YQLuUAdYjWYzSSw
TikTok : https://www.tiktok.com/@airahime?is_from_webapp=1&sender_device=pc
Comments
Post a Comment