LOVE BOMBING, LANGKAH AWAL MEMANIPULASI HUBUNGAN
LOVE BOMBING, LANGKAH AWAL MEMANIPULASI HUBUNGAN
Hallo Great People! Selamat pagi,
pagi ini mimin ingin membahas tentang suatu isu paling hot akhir-akhir ini,
yaitu fenomena Love Bombing. Anyway, Great People pasti tau dong seorang
penyanyi dangdut terkenal jebolan Dangdut Akademi. Yups! benar sekali Great
People. Dia adalah Lesti Kejora. Kasus KDRT yang menimpa dirinya menjadi topik
yang hangat diperbincangkan diberbagai platform, ditambah lagi, belum reda
emosi netizen tentang kejahatan yang dilakukan suaminya yaitu Billar, Lesti
malah membuat berita yang sangat menghebohkan bahkan sampai membuat banyak
netizen dan masyarakat merasa dipermainkan dan kehilangan respect karena telah
mencabut laporan KDRT dan balikan.
Nah dari kasus tersebut mimin
bertanya-tanya, ada apakah gerangan, kenapa Lesti bisa sampai sebucin itu dengan
Billar bahkan sampai bisa memaafkan atas dasar cinta? Padahal nyatanya, kekerasan
yang dilakukan siapapun bahkan pasangan sekalipun, dalam bentuk apapun, itu
bukan merupakan tanda cinta yaaa, Great People, orang yang melakukan kekerasan
secara verbal ataupun non verbal melakukan hal tersebut dalam keadaan sadar, dan
bukan sebuah khilaf!
So, take care of your mind! Cinta
dan Bodoh itu gapnya sangat tipis.
Setelah mimin analisis, dan
mencari sumber informasi yang relevan dengan kejadian ini, mimin menyimpulkan,
bahwa bisa jadi apa yang dirasakan oleh Lesti itu karena dirinya telah menjadi
korban dari Love Bombing yang dilakukan oleh pasangannya. Oke deh, langsung aja
kita bahas yuk!
Apa sih love bombing itu?
Love bombing merupakan salah satu
teknik manipulatif yang biasa digunakan oleh individu dan pasangan demi
mendapatkan kasih sayang, perhatian, dan seluruh dunia yang dimiliki oleh
pujaan hatinya. Perilaku love bombing biasanya tidak akan kentara, karena pada
dasarnya, setiap individu yang menjalin hubungan, akan merasakan fase bucin
diawal hubungan yang mereka lakukan. Eitss, tapi ada bedanya loh Great People,
antara fase bucin normal dengan fase
bucin yang dimanfaatkan oleh manipulator untuk memanipulasi pasangannya, yaitu
segala perilaku yang dilakukan memiliki kadar yang sangat banyak (over dosis), hal
tersebut dilakukan oleh pelaku demi mendapatkan kepercayaan sepenuhnya. Karena,
secara tidak langsung orang yang menjadi target love bombing pasti akan merasa sangat
senang dan merasa bahwa pasangannya adalah yang terbaik baginya karena telah
meningkatkan self esteem dirinya.
Pada fase awal, korban love
bombing mungkin akan merasa bingung dan sungkan atas pemberian cinta yang
terlalu besar dan banyak dari pasangannya. Namun, seiring berjalannya waktu
kebesaran cinta yang diberikan pasangan akan menjadi hal yang bisa diterima dan
secara tak sadar telah meingkatkan keberhargaan dirinya. Setelah itu, korban
akan memiliki keyakinan bahwa pasangannya adalah orang yang paling tepat untuk
dirinya dan tidak ingin kehilangan sosok pasangan yang telah membuatnya
bahagia. Saking cintanya dengan pasangan (pelaku love bombing), korban tidak
akan sadar dengan keburukan dan kejahatan yang dilakukan oleh pasangan.
Setelah melewati fase awal,
Pelaku love bombing akan melakukan hal yang diinginkannya. Yaitu mendapatkan
segala kasih sayang, perhatian dan diri pasangan sepenuhnya. Biasanya pelaku
akan menunjukan sifat aslinya. Jika pelaku adalah orang yang ringan tangan,
maka dia akan melakukan hal tersebut pada pasangannya. Nah pada fase ini,
korban love bombing akan merasa kebingungan dengan perubahan sikap drastis yang
dilakukan oleh pasangannya. Namun, karena rasa cinta yang sudah terlanjur besar
dan perasaan hanya ‘pasangannya seorang’ yang menghargai hidup dan memenuhi
kebutuhan cintanya, korban akan memaafkan perilaku pasangannya.
Pelaku akan melakukan hal tersebut
berulang kali
Korban akan memaafkan hal tersebut
berulang kali
Fase terakhir yang akan dirasakan
oleh keduanya adalah pertanyaan besar yang dirasakan oleh korban. Apakah dirinya
berharga? Apakah dirinya hanya pantas dicintai seperti ini? Apakah memang seperti
ini bentuk cinta? …. Saat korban mempertanyakan hal tersebut kepada pelaku. Pelaku
akan terus menerus meminta maaf dan kembali memuji korban serta menaikan self
esteem pasangannya tersebut karena pelaku juga tidak ingin kehilangan pasangannya.
Kemudian, korban akan memaafkan perlakuan pasangannya, hingga tibalah suatu
waktu dimana perasaan lelah akan siklus disakiti, meminta maaf, memuji, dan
memaafkan sudah hampir mencapai batas akhirnya.
Dan terjadilah suatu perasaan
ingin terbebas dari hubungan yang toxic ini bagi korban.
Namun, setelah korban melakukan
hal yang diinginkannya yaitu keluar dari toxic relationship. Korban akan masuk
kedalam fase kehilangan, kehampaan, kekosongan karena telah berpisah dari
pasangan yang telah menyakiti dan menghancurkannya berulang kali.
Tidak mudah untuk keluar dari
zona nyaman hubungan percintaan. Jika tekadnya untuk keluar dari hubungan
tersebut kurang kuat, bisa jadi korban akan kembali pada pasangannya (pelaku)
dan mengulang siklus yang sama. Sampai akhirnya dia akan benar-benar sadar bahwa
dirinya telah dimanipulasi.
Nah itu dia Great People opini
dari mimin tentang Love Bombing. Tulisan ini mimin rangkum dari berbagai
artikel, dan menyisipkan beberapa pengalaman pribadi dan pengalaman dari
beberapa orang yang curhat ke mimin, hehe… Semoga bisa menambah wawasan baru untuk
Great People ya! Thank you 😊
Kenalan yuk!
instagram : @immegaw , youtube :Aira
Hime
Terimakasih Triknya kak. saya dapet ide baru buat melakukan Love Bombing kepasangan. Ada tips tambahannya gak kak?
ReplyDeletetipsnya untuk melindungi diri yaa, jangan malah digunakan untuk nyerang :)
Delete