Keutamaan Hidup Bersih dan Sehat Dalam Perspektif Agama Islam
Hallo Great People! Sekali kali kit bahas tentang hal hal rohani yuk! Kali ini mimin ingin sharing tentang keutamaan hidup bersih dan sehat dalam Islam. Take your coffee and enjoy yaa!
Hidup bersih dan sehat sebenarnya
menjadi perhatian utama dalam Islam. Apabila membaca kitab-kitab fiqih, bahasan
pertama selalu dimulai dengan bab thaharah (bersuci).
Hal ini menandakan begitu pentingnya bersuci dalam Islam yang berarti
pentingnya hidup bersih dan sehat dalam Islam.
Thaharah sendiri sebetulnya
bukan sekedar untuk membersihkan jasmani, tetapi rohani sekaligus. Maka, bersuci atau thaharah tidak lain dimaksudkan untuk
memelihara bersihnya badan dan pakaian sebagai sarana sahnya ibadah, seperti
shalat, dan juga untuk menjaga kebersihan rohani.
Dalam al Qur’an, dengan
jelas disebutkan pentingnya hidup bersih dan sehat. Anjuran untuk senantiasa
menjaga kebersihan dan menjauhi perilaku hidup kotor dan tidak sehat. Lebih
dari itu, Allah memberikan apresiasi kepada seseorang yang senantiasa menjaga
kebersihan dengan predikat hamba yang dicintai-Nya.
Allah sangat cinta kepada hamba-Nya yang suci dan selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Allah SWT berfirman:
Artinya: “Dan mereka menanyakan
kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah, “Itu adalah sesuatu yang kotor.”
Karena itu jauhilah istri pada waktu haid; dan jangan kamu dekati mereka
sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan
(ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang
yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.” (QS. al Baqarah:
222).
Sementara apresiasi Nabi
untuk mereka yang selalu menjaga kebersihan adalah sabda beliau, “Agama Islam
itu (agama) yang bersih, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan, karena
sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang bersih” (HR
al-Baihaqi).
Bersih sudah pasti sehat.
Jadi pola hidup bersih dan sehat sesungguhnya menjadi topik para ulama sejak
dulu. Dan saat ini menjadi topik utama pembahasan di dunia karena mewabahnya
virus Corona. Bila demikian, maka sebagai umat Islam tentu merasa malu bila
pola hidup bersih dan sehat baru dijiwai setelah kemunculan Virus yang pertama
kali muncul di Wuhan China ini. Karena hal tersebut menandakan kita bukan
penghayat dan pengamal ajaran Islam itu sendiri.
Seperti disebutkan di atas, thaharah atau bersuci mencakup pada terjaganya kebersihan rohani, dan diantara yang dianjurkan dalam Islam adalah tidak mengkonsumsi makan daging hewan yang secara fikih diharamkan. Hal ini berdasar pada firman Allah:
Artinya: “Makanlah dari makanan
yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu; dan tidaklah mereka menganiaya
Kami; akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (QS.al
Baqarah: 57).
Bila anjuran-anjuran
tersebut dikerjakan secara utuh, tentu dengan sendirinya tubuh dan rohani
menjadi bersih. Ada banyak hal yang tercecer dan lalai dikerjakan oleh sebagian
besar umat Islam, yakni, anjuran melakukan sesuatu yang dihukumi Sunnah oleh
fiqih untuk menjaga keberhasihan dan kesehatan. Amalan-amalan sunnah tersebut
misalnya berkumur sebelum wudhu, membersihkan tangan, menghirup air ke hidung
hingga selalu melakukan siwak atau gosok gigi.
Sunnah dalam konteks fiqih
adalah pekerjaan yang mendapat pahala bila kerjakan dan meninggalkannya tidak
diancam dosa atau siksa. Apabila sunnah ini dijalankan sejatinya bukan sekedar
pahala, tetapi ada faedah kesehatan yang bisa diambil.
Sejatinya, pola hidup islami sejak awal adalah pola hidup pencegahan dari berbagai penyakit. Hidup dengan diawali bersuci setiap saat mengandung tindakan kebersihan. Jika hal-hal sunnah rutin ini dilakukan sudah menjadi penangkal awal berbagai penyakit, termasuk virus corona. Dan, terpenting sebagai umat beriman tentu tidak perlu mengalami kecemasan yang berlebihan. Terpenting telah melakukan ikhtiar yang maksimal.
Keutamaan
Hidup Bersih dan Sehat Dalam Perspektif Agama Islam
Mentaati Perintah Allah
Keutamaan
yang pertama adalah mentaati perintah Allah Ta’ala. Allah tidak menyukai
sesuatu yang kotor ataupun najis. Maka itu, umat islam harus bersuci sebelum
sholat dan baca Al-Quran. Serta sebaiknya bersuci juga ketika hendak
berdizikir.
Diriwayatkan
dari Sa’ad bin Abi Waqas dari bapaknya, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam, “Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang
suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang menyukai
kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah
tempat-tempatmu.” (HR. Tirmizi)
Mengamalkan Sunnah Rasul
Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah teladan bagi umat Islam. Maka itu sudah
selayaknya kita mengikuti apa-apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu
‘alaihi wa sallam, termasuk dalam hal menjaga kebersihan yang merupakan bagian
dari gaya hidup sehat Rasulullah.
Dalam banyak hadist shahih disebutkan bahwa Rasul adalah tipe orang yang
menyukai kebersihan. Beliau gemar bersiwak atau menggosok gigi untuk menjaga
kesehatan mulutnya.
“Bersiwak itu akan membuat mulut
bersih dan diridhoi oleh Allah.” (HR. An Nasa’i, Ahmad)
Dicintai Allah
Seseorang
yang memelihara kebersihan maka kesehatannya juga akan lebih terjaga. Dalam
hadist dijelasakan bahwa Allah Ta’ala lebih menyukai mukmin yang sehat dan kuat
daripada yang lemah.
Dari
Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda: “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah Azza wa Jalla
daripada Mukmin yang lemah, dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah
untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada
Allâh (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah.
Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, Seandainya aku berbuat
demikian, tentu tidak akan begini dan begitu, tetapi katakanlah, Ini telah
ditakdirkan Allâh, dan Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki, karena ucapan
seandainya akan membuka (pintu) perbuatan syaitan.” (HR. Muslim).
Sebagai Cara Meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Allah
”Bersuci (thaharah) itu setengah daripada iman.”(HR.
Ahmad, Muslim, dan Tirmidzi)
Fitrah Manusia
Menjaga
kebersihan termasuk fitrah manusia. Ini termasuk merawat tubuh, mencukur bulu
di badan, memotong kuku, mandi dan sebagainya.
Dari
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada lima macam fitrah , yaitu : khitan, mencukur bulu kemaluan,
memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (HR.
Bukhari dan Muslim).
Mendapatkan Ampunan dari Allah
Seseorang
yang menjaga kebersihan ketika hendak sholat jumat, termasuk mandi, memakai
wewangian dan baju yang bagus maka dijanjikan akan diampuni dosa-dosanya.
Dari
Salman al-Farisi, dia berkata, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Tidaklah seseorang mandi dan bersuci semampunya pada hari Jum’at, memakai
minyak rambut atau memakai minyak wangi di rumahnya kemudian keluar lalu dia
tidak memisahkan antara dua orang (dalam shaff) kemudian mengerjakan shalat dan
selanjutnya dia diam (tidak berbicara) jika khatib berkhutbah, melainkan akan
diberikan ampunan kepadanya (atas kesalahan yang terjadi) antara Jum’atnya itu
dengan Jum’at yang berikut-nya.” (HR. Al-Bukhari).
Menghindari Laknat Allah
Dari
Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Waspadalah dengan dua orang yang terkena laknat.” Mereka berkata,
“Siapakah yang kena laknat tersebut?” Beliau menjawab, “Orang yang buang hajat
di tempat orang lalu lalang atau di tempat mereka bernaung.” (HR.
Muslim).
Menghindari Penyakit
Menjaga
kebersihan juga berpengaruh terhadap kesehatan tubuh. Seseorang yang menyukai
kebersihan maka lebih berisiko rendah terkena penyakit. Badannya cenderung
sehat sebab jika tubuh atau lingkungan bersih maka kuman juga tidak akan
bersarang.
Terhindar Dari Hal-Hal yang Najis
Islam
memerintahkan umatnya untuk menjaga kebersihan. Ini sangat penting, sebab
orang-orang yang beribadah harus dalam kondisi suci. Apabila ada najis di tubuh
maka ibadahnya tidak akan diterima oleh Allah Ta’ala. Maka itu, Anda harus
benar-benar memperhatikan kebersihan. Dengan menjaga tubuh dan lingkungan tetap
bersih maka bisa memimalisir risiko badan terkena najis. Efeknya ibadah juga
lebih enak dan yakin. Enggak perlu was-was atau takut ibadahnya sia-sia. Selain
itu, kondisi tubuh yang suci juga lebih disukai oleh Allah Ta’ala.
Menjadikan Lingkungan Lebih Nyaman untuk Ditinggali
Sebuah
lingkungan yang bersih tentu akan membuat penghuninya lebih nyaman untuk
tinggal. Udaranya sejuk, tidak ada sampah berserakan dan pemandangan juga
terlihat asri. Sehingga dipandang pun juga lebih enak. Berbeda dengan
lingkungan yang kotor tentunya bikin tidak betah. Banyak sampah dan lalat
bertebaran. Aromanya tidak sedap. Kondisi tersebut juga bisa menjadi pemicu
beragam penyakit.
Kualitas Udara Terjaga Baik
Lingkungan
yang bersih tidak hanya menjadikannya nyaman ditinggali, tapi juga meningkatkan
kualitas udara. Tentunya bila udara bersih maka bernafas juga jadi lebih sehat.
Tidak ada kontaminasi kuman, asap ataupun polusi. Sebaliknya, apabila udara
telah tercemar efeknya bisa mengganggu pernafasan. Bukan tak mungkin kita bakal
berisiko terserang sesak nafas, batuk, ataupun ganggua pernafasan lainnya.
Aktivitas Berjalan Lebih Lancar
Apabila
tubuh bersih maka semangat untuk beraktivitas juga bakal menggebu. Sebaliknya,
jika belum mandi biasanya seseorang akan cenderung malas beraktivitas dan
rasanya ingin tidur terus.
Meminimalisir Risiko Stres
Faktanya
seseorang yang tinggal dalam lingkungan kotor memang rentan mengalami stres dan
despresi. Berbeda dengan orang-orang yang berada di lingkungan bersih, biasanya
mereka lebih optimis, bersemangat dan tidak gampang stres.
Maka
itu, saat Anda merasa beban pikiran menumpuk, cobalah membersihkan lingkungan
sekitarmu. Misalnya kamar atau meja kerjamu. Rapikan benda-benda yang
berserakan. Anda juga bisa merenovasinya sesuai dengan keinginan. Dengan begitu
saat melihatnya maka suasana hati juga ikut menjadi senang.
Menghemat Uang
Apabila
seseorang sanggup menjaga kebersihan, baik itu kebersihan lingkungan ataupun
diri sendiri maka risiko terjangkit penyakit juga bisa diminimalisir. Tubuh
jadi sehat. Sehingga tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli obat-obatan
ataupun ke rumah sakit.
Penampilan Lebih Menarik
Menjaga
kebersihan diri juga bisa membuat penampilan lebih menarik. Dengan rutin mandi
2 kali sehari, keramas, gosok gigi, memotong kuku, mengenakan pakaian bagus dan
sebagainya, maka tentu tampilan jadi enak dipandang. Berbeda dengan orang yang
malas merawat diri. Jarang mandi dan keramas, kemudian mengenakan pakaian
kotor. Maka penampilan pun jadi tidak bagus. Aroma tubuh juga cenderung tidak
enak. Ini membuat Anda dijauhi orang. Sebab bagaimanapun juga orang bukan hanya
menilai karakter tapi juga penampilan.
Mempermudah Datangnya Jodoh
Memilih
jodoh memang harus mengutamakan akhlak dan agama. Namun bukan berarti Anda
bersikap acuh terhadap penampilan. Sebab tampilan diri menjadi hal yang utama
dilihat dan dinilai. Apabila Anda bisa merawat diri dan memperbagus tampilan
maka isnyaAllah jodoh akan mudah mendekat.
Tidur Lebih Nyenyak
Manfaat
lainnya dari menjaga kebersihan adalah bisa membantu membuat tidur lebih
nyenyak. Membersihkan tempat tidur ini juga merupakan amalan Rasulullah sebelum tidur.
Sebagaimana dijelaskan dalam hadist :
Dari
sahabat Abi Hurairah ra: Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam
bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian hendak
barbaring di tempat tidurnya hendaklah ia kibas-kibas tempat tidurnya itu
dengan sarungnya. Karena dia tidak tahu apa yang terjadi pada tempat tidurnya
setelah ia tinggalkan sebelumnya.” (HR Bukhari Muslim)
“Bagi orang yang bangun dari tempat tidurnya
kemudian kembali lagi, maka dianjurkan untuk mengibasinya kembali.” (HR. At-Tirmidzi)
KESIMPULAN
Dalam al Qur’an, dengan
jelas disebutkan pentingnya hidup bersih dan sehat. Anjuran untuk senantiasa
menjaga kebersihan dan menjauhi perilaku hidup kotor dan tidak sehat. Lebih
dari itu, Allah memberikan apresiasi kepada seseorang yang senantiasa menjaga
kebersihan dengan predikat hamba yang dicintai-Nya.
Pola hidup islami sejak
awal adalah pola hidup pencegahan dari berbagai penyakit. Hidup dengan diawali
bersuci setiap saat mengandung tindakan kebersihan. Jika hal-hal sunnah rutin
ini dilakukan sudah menjadi penangkal awal berbagai penyakit. Sebagai umat
beriman tentu tidak perlu mengalami kecemasan yang berlebihan. Terpenting telah
melakukan ikhtiar yang maksimal.
Nah itu dia insight baru tentang Keutamaan hidup bersih dan sehat, semoga menambah wawasan baru untuk Great People ya! Thank you :)
===============================================
Jangan lupa tinggalkan jejak, h3h3
Instagram : Mega Widya (@immegaw) • Instagram photos and videos
Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCnWgO0A8YQLuUAdYjWYzSSw
TikTok : https://www.tiktok.com/@airahime?is_from_webapp=1&sender_device=pc
Comments
Post a Comment