Insting Manusia
Hallo Great People! Terima kasih sudah berkunjung lagi :)
Sekarang, kita tambah pengetahuan mengenai insting yuk! Take your coffee and enjoy ya :)
Insting
Insting adalah elemen dasar dari
kepribadian, kekuatan yang memotivasi atau drive yang menentukan arah dari
sebuah perilaku. Insting merupakan bentuk energi yang ditransformasi dari
energi fisiologis yang menghubungkan antara kebutuhan jasmani dan keinginan
pikiran. Keinginan ini merupakan representasi mental dari kebutuhan fisiologis
yang dapat memotivasi orang untuk berperilaku guna memenuhi kebutuhan tersebut.
Contohnya, orang lapar akan berusaha untuk memuaskan kebutuhannya dengan
mencari makanan. orang kedinginan akan berusaha untuk membalut bagian tubuhnya
yang dingin dengan menggunakan kain tebal atau mencari tempat hangat.
Ketika tubuh menyatakan
kebutuhan, maka seseorang akan mengalami perasaan tertekan atau tegang secara
terus menerus dan insting akan memuaskan kebutuhan tersebut untuk menurunkan perasaan
tersebut.
Menurut Freud, energi psikis yang
tidak mendapatkan pemenuhan kebutuhan akan dipindahkan kepada objek pengganti.
Penggantian inilah yang merupakan bagian terpenting dalam proses perkembangan kepribadian
individu. Meskipun insting memiliki sumber energi eksklusif dalam perilaku manusia,
energi tersebut dapat menghasilkan berbagai kegiatan.
Jenis-Jenis Insting
Menurut Freud insting ada 2,
yaitu insting hidup dan insting mati.
-
Insting hidup
Insting hidup disediakan agar individu dan spesies
dapat bertahan hidup melalui cara tertentu untuk memuaskan kebutuhan akan
makanan, udara, dan seks. Insting ini berorientasi pada pertumbuhan dan
perkembangan manusia. Menurut Freud bagian terpenting dari insting hidup adalah
seks. Karena seks merupakan motivasi utama dalam hidup. Keinginan erotis muncul
dari zona erogenous tubuh, yaitu mulut, anal, dan organ seks. Menurutnya, pada
dasarnya manusia dipenuhi oleh kebutuhan untuk bersenang-senang. Oleh karena
itu, banyak teori kepribadian berpusat pada keinginan untuk menghambat atau
menekan kebutuhan seks.
-
Insting mati
Insting mati bersumber dari biologi. Salah satu komponan
dari insting mati ialah dorongan agresif. Agresif digambarkan sebagai keinginan
untuk mati dengan melawan objek dari luar dirinya. Dorongan agresif memaksa
kita untuk merusak, mengalahkan, dan membunuh. Agresif merupakan bagian yang
memaksa dari aspek manusiawi, seperti seks. Freud mengembangkan konsep mengenai
insting mati lebih lambat dibandingkan dengan insting hidup. Konsep ini muncul sebagai
sebuah refleksi dari pengalaman pribadinya yang menyedihkan dan menyakitkan.
Comments
Post a Comment