Growth Mindset dan Karakteristik Keberfungsian Diri dalam Mengubah Makna Kegagalan
Growth Mindset dan Karakteristik Keberfungsian Diri dalam Mengubah Makna Kegagalan
Kegagalan merupakan
pengalaman yang cukup menyakitkan dan membuat kecewa setiap individu yang
mengalaminya. Selain itu, kegagalan
merupakan hal yang wajar terjadi dalam kehidupan. Kegagalan tidak memandang
usia, siapapun bisa mengalami kegagalan. Bahkan, orang yang telah merencanakan
tujuan dengan matangpun berpotensi mengalami kegagalan.
Menurut Carol S. Dweck, penulis buku Mindset, terdapat
mindset untuk mengubah makna kegagalan yaitu Growth Mindset. “Mindset tumbuh
benar-benar memungkinkan orang untuk mencintai apa yang mereka lakukan dan tetap
akan mencintainya meskipun menghadapi berbagai kesulitan…” Growth mindset
merupakan pola pikir yang menempatkan diri kita sebagai pengendali dalam hidup
yang kita jalani. Alih-alih menjadi terpuruk dan mengalami depresi saat
mengalami kegagalan, growth mindset memandang kegagalan sebagai persoalan yang
harus dihadapi, dipecahkan, dan diambil hikmahnya.
Ada beberapa hal
mendasar dalam pola pikir tumbuh untuk mengubah makna kegagalan, diantaranya
yaitu:
Mengubah
mindset ‘Kesuksesan saya adalah kegagalan anda’. Hidup bukanlah sebuah
kompetisi yang dimana hanya ada satu orang pemenang dalam satu sesi kompetisi.
Dalam kehidupan, satu kompetisi bisa saja dimenangkan oleh banyak orang
sekaligus karena standar sukses setiap orang itu berbeda. bagi seorang
karyawan, memiliki penghasilan tetap bulanan merupakan kesuksesan, namun pencapaian
tersebut bukan berarti seorang pembisnis tidak sukses karena memiliki
penghasilan yang fluktatif setiap bulan.
Mengelak,
Curang, dan Menyalahkan bukanlah resep untuk sukses. Orang bermindset
tumbuh tidak akan membiarkan pengalaman gagalnya menjadi penentu nasib
kehidupan. Ia akan menerima kegagalan yang menimpanya murni karena dirinya,
bukan mencari kambing hitam untuk disalahkan atau faktor eksternal lain sebagai
penyebab kegagalannya. Orang bermindset tumbuh juga tidak akan mencari orang
lain yang bernasib lebih buruk dari dirinya demi menyelamatkan harga diri. Setelah
menerima kegagalan, orang bermindset tumbuh akan berusaha memetakan kemungkinan
kesalahan yang dilakukan, kemudian berusaha untuk mencari solusi untuk
kesalahan tersebut, dan mencobanya lagi jika memungkinkan.
Semakin
banyak hal buruk yang dirasakan, semakin tahu harus melangkah kemana. Orang dengan growth
mindset memandang persoalan sebagai tantangan yang harus dihadapi. Mereka
terbiasa dengan problem solving sehingga memandang masalah sebagai hal yang
biasa namun tidak sedikitpun meremehkannya.
Pola pikir tumbuh yang
dikemukakan oleh Prof. Dweck sejalan dengan teori Manusia yang Berfungsi Seutuhnya
(The Fully Functioning Person) yang dikemukakan oleh Carl Rogers. Menurutnya,
perkembangan yang optimal merupakan sebuah proses, bukan keadaan yang statis.
Kehidupan adalah saat seseorang memiliki tujuan untuk memenuhi semua potensi
yang ia miliki sepenuhnya secara terus-menerus.
Beberapa karakteristik
dari orang yang berfungsi sepenuhnya, yaitu:
1.
Terbuka
terhadap pengalaman baru
Orang yang berfungsi sepenuhnya tidak bersifat
kaku dan defensif melainkan bersifat fleksibel terhadap pengalaman baru dan
menggunakan pengalaman tersebut untuk membuka kesempatan lahirnya persepsi dan
ungkapan baru dalam hidup.
2.
Kebebasan
memilih
orang bermindset tumbuh percaya bahwa dirinya
memiliki kendali atas peran perilakunya dan bertanggungjawab atas pilihan yang
diambilnya.
3.
Kreatif
seseorang akan menciptakan tujuan, ide, dan
rencana yang konstruktif untuk mewujudkan kebutuhan dan potensi diri secara
kreatif.
4.
Mampu
memenuhi kebutuhan diri dan menyeimbangkan keinginan
Individu yang berfungsi seutuhnya akan
mendahulukan pemenuhan kebutuhan hidup dan berupaya untuk memenuhi keinginannya
secara realistis dan tidak berlebihan.
5.
Mencintai
hidupnya
Orang bermindset tumbuh dan telah berfungsi sepenuhnya
akan mencintai hidupnya. Mereka memiliki tujuan hidup, mengenal potensi diri,
dan menikmati proses dalam kehidupan. Mereka juga menerima setiap suka dan
duka, jatuh cinta dan patah hati, ketakutan dan keberanian yang menghampiri
hidupnya dengan hati yang tulus.
Orang bermindset tumbuh
dan telah berfungsi sepenuhnya memandang sifat mendasar dalam dirinya sebagai
hal yang dapat berkembang, kegagalan mungkin menyakitkan, tetapi bukan penentu nasib
mereka, karena hidup terus berlanjut dan ada banyak jalan menuju sukses.
referensi :
(Menjelajahi
Diri Dengan Teori Kepribadian Carl Rogers, n.d.)
===============================================
Jangan lupa tinggalkan jejak, h3h3
Instagram : Mega Widya (@immegaw) • Instagram photos and videos
Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCnWgO0A8YQLuUAdYjWYzSSw
TikTok : https://www.tiktok.com/@airahime?is_from_webapp=1&sender_device=pc
makasih banget atas artikelnya kak. sangat informatif mengenai pengembangan diri
ReplyDeletesama-sama, semoga bisa increase your self <3
Delete