Posts

Review Novel Bumi Karya Tere Liye

Image
Sumber gambar: https://novelkupdf.blogspot.com/2019/01/download-novel-bumi-tere-liye-pdf.html Judul: Bumi Pengarang: Tere Liye Tahun Terbit: 2014 Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Ringkasan "Bumi" menceritakan petualangan Raib, Seli, dan Ali yang tidak hanya harus menyelesaikan permasalahan di dunianya, namun juga harus menghadapi berbagai tantangan di dunia paralel yang penuh keajaiban dan misteri. Raib adalah seorang gadis remaja yang bisa menghilang, sebuah kemampuan yang dimilikinya sejak kecil namun selalu disembunyikan. Suatu hari, dia secara tidak sengaja menemukan portal ke dunia lain, dunia bernama Klan Bulan. Bersama sahabatnya, Seli, yang memiliki kekuatan listrik, dan Ali, seorang jenius teknologi, mereka memulai petualangan yang mengharuskan mereka mengungkap rahasia besar yang tersembunyi di balik kemampuan mereka dan dunia paralel lainnya. Karakter utama 1. Raib: Gadis yang bisa menghilang. Ia merupakan tokoh utama yang mempunyai kekuatan khusus dan menjadi pus...

Ketika Stereotipe dijadikan Sebagai Pelindung AIB

Image
Sumber gambar:  what-is-the-meaning-of-stereotype-2834956_FINAL-05748635242b44c0818e493b4568bc2f.png (1500×1000) (thoughtco.com) "Saya ini orang tua kamu, biar gimanapun juga surga ada dibawah telapak kaki saya" "Saya ini suami kamu, biar gimanapun juga ridhonya saya adalah surga untuk kamu" dan masih banyak lagi... Indonesia adalah negara dengan budaya ketimuran yang sangat kental. Sampai sampai stereotip yang terbentuk biasanya berlandaskan agama. Orang tua dianggap sebagai orang yang pasti benar, ayah dianggap sebagai pemberi nafkah tunggal, ibu dianggap seolah-olah sebagai satu-satunya pintu surga, anak harus selalu patuh agar mendapat surga, dan masih banyak lagi. Semua stereotip itu benar adanya, sama sekali tidak salah karena memang agama menganjurkan seperti itu. Bahkan hal-hal seperti itu sudah menjadi budaya. Namun, yang keliru adalah ketika orang yang dielu-elukan justru malah menjadikan stereotip seperti ini sebagai pelindung bagi aibnya sendiri.  Padaha...

Aspek Kepercayaan Diri

Siapa sih yang gak tau Najwa Shihab, Cinta Laura atau Maudy Ayunda? Semuanya pasti tau yaaa? Mereka bertiga adalah wanita-wanita tangguh, feminis, aktivis, dan publik figur yang sangat populer dinegeri kita tercita Indonesia. Sosoknya yang cantik, wawasan yang luas, serta kebisaannya dalam bidang publik speaking membuat mereka menjadi panutan dan idol positif yang memang seharusnya digandrungi. Ketika mendengar ketiga nama tersebut, salah satu ciri yang melekat dalam pikiran kita adalah mereka orang yang percaya diri. Loh tau dari mana mereka adalah orang yang percaya diri?  Menurut Lauster (2003) aspek-aspek kepercayaan diri adalah : 1. Keyakinan akan kemampuan diri Ketiga tokoh tersebut jelas memiliki keyakinan akan kemampuan diri sendiri. Mereka tau potensi yang ada didalam diri masing-masing dan mengembangkan potensi tersebut dengan belajar serta menambah wawasan baru. Sehingga sangat memungkinkan bagi mereka untuk tampil dihadapan publik dan menjadi tokoh yang inspiratif. 2. O...

Urgensi Self Boundaries Dalam Kehidupan

Masing-masing individu memiliki tingkat kenyamanan yang berbeda-beda. Ada yang cenderung menyukai kesendirian, ada yang sebaliknya. Ada yang memiliki jiwa altruistik yang tinggi, dan ada yang seadanya. Selama tidak merugikan orang lain, kesukaan dan kenyamanan setiap individu adalah hal yang normal dan wajar. Karena, setiap orang itu unik dan berharga. Memiliki batasan diri adalah suatu hal yang patut dimiliki oleh individu demi menjaga ruang privasi dan kenyamanan diri dalam bersosialisasi. Umumnya, batasan diri setiap orang itu dipengaruhi oleh budaya, lingkungan tempat tinggal, pengalaman hidup, keluarga, sampai ke karakter individu itu sendiri.  Nah batasan diri ini lebih dipopuler dengan istilah  Self Boundaries. Apa sih  self boundaries  itu? Boundaries berasal dari bahasa Inggris yang berarti Jarak, Batasan.  Self boundaries  adalah batasan dari diri sendiri untuk orang lain atau lingkungan sekitar. Ibarat diri kita adalah rumah, self boundaries adal...

Rokok dan Pecintanya

Baru-baru ini sedang ramai diperbincangkan berita terkait naiknya tarif cukai rokok. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi jumlah perokok anak dan remaja (10-18 tahun). Efektifkah cara tersebut dilakukan? Sebelum beropini, mari kita ketahui dulu kandungan yang terdapat didalam rokok Nikotin Nikotin  adalah zat stimulan yang dapat memperbaiki suasana hati serta meningkatkan daya ingat dan konsentrasi. Namun, zat ini bisa menimbulkan efek adiksi atau kecanduan sehingga membuat perokok sulit menghentikan kebiasaan tersebut. Karbon monoksida Zat ini kerap ditemukan pada asap knalpot mobil. Karbon monoksida bisa menghalangi suplai oksigen ke seluruh bagian tubuh, memaksa jantung bekerja lebih keras, dan mengganggu kinerja paru-paru. Tar Zat ini dapat mempersempit saluran udara kecil di paru-paru atau bronkiolus yang bertugas untuk menyerap oksigen. Tar juga dapat merusak rambut halus atau silia yang berfungsi untuk mengeluarkan virus, kuman, debu, dan benda asing dari saluran pernapasan....

Seberapa Penting Pekerjaan Rumah (PR)?

Ketika mendengar kata PR, yang terlintas dalam benak siswa adalah serangkaian tugas yang diberikan oleh guru dengan tenggat waktu tertentu. Tugas yang diberikan mulai dari mudah sampai sulit tergantung materi yang dijadikan tugas dan kemampuan siswa dalam memahami materi tersebut.  Menurut Winarno Surakmad, tujuan pekerjaan rumah adalah sebagai berikut : Merangsang agar siswa lebih baik memupuk inisiatif, bertanggung jawab, dan berdiri sendiri. Membawa kegiatan-kegiatan sekolah yang berharga kepada minat siswa yang masih terluang dari siswa-siswa agar dapat digunakan lebih konstruktif. Memperkaya pengalaman-pengalaman sekolah dengan memulai kegiatan-kegiatan di luar kelas. Memperkuat hasil belajar di sekolah dengan menyelenggarakan latihan-latihan yang perlu integrasi dan penggunaannya (Winarno Surakhmad, Metodologi Pengajaran Nasional, 1986, p.92) Menurut saya, pemberian PR untuk siswa sangat penting dan merupakan keharusan. Sebab selain tujuan dari pemberian PR diatas, dengan ada...

Ma, Aku Sudah Punya Pacar

Menurut teori Perkembangan Psikososial yang dikembangkan oleh Erik Erikson mengenai Pendekatan Sepanjang Hayat, anak remaja sedang berada difase Ikatan Identitas vs Kebimbangan Peran : Krisis Identitas (12-18 tahun) Pada fase ini, individu akan mengalami fase transisi dari masa anak-anak menuju dewasa, terjadi perubahan fisik dan psikologis yang sangat cepat dan anak harus mampu menghadapi dan menyelesaikan krisis identitas egonya. Selain itu, pada fase ini juga anak akan membentuk citra diri. Efek Jangka Panjang dari fase Krisis Identitas Jika  anak berhasil melewati fase ini dengan baik,  maka akan terbentuk gambaran diri yang sesuai dan konsisten. Mereka memiliki sikap dan perspektif tentang masa depan, berani mencoba, mau belajar, mampu berperan sesuai dengan identitas seksualnya sehingga mampu membina hubungan dengan lawan jenis. Namun, apabila  fase ini tidak terlewati dengan baik,  maka anak tersebut akan mengalami krisis identitas, kebimbangan peran dalam dir...