Posts

Showing posts from July, 2024

Mengenal Archetype

Image
Sumber gambar:  64a1f36549aebb1764fc8dcb5ca187f2.png (967×520) (pinimg.com) Archetype adalah pola pikiran atau hayalan yang muncul dari ketidaksadaran kolektif individu. Teori tentang Arcetype diusungkan oleh Carl G Jung. Persona : Merujuk pada topeng atau aktor yang digunakan untuk berbagai peran. Persona arketip adalah topeng wajah dimuka umum yang digunakan untuk menampilkan diri kita sebagai orang yang berbeda-beda tergantung situasi dan kondisi. Contoh : Sikap dan perilaku kita akan berubah tergantung dengan siapa kita berinteraksi. Biasanya akan cenderung bersikap jaim dihadapan lawan jenis yang kita sukai, bersikap ceria dan apa adanya dihadapan sahabat, dan cenderung pendiam dan pemikir saat sendiri. Shadow : Berisi insting binatang primitif dan tempatnya berada dibagian paling dasar dari seluruh arketip. Perilaku individu yang berkaitan dengan pelanggaran moral, perilaku seenaknya dan semena-mena merupakan salah satu perwujudan dari Shadow. Contoh : Perilaku perselingkuhan...

Anak melakukan kesalahan fatal? :O

Image
Sumber gambar:  lt61d435abc60cd.jpg (600×399) (hukumonline.com) Akhir akhir ini kita dihebohkan dengan maraknya kasus pidana yang dilakukan oleh sejumlah anak dibawah umur (dibawah 18tahun). Mulai dari kasus pemukulan/pembulian dilingkungan sekolah, pemerkosaan antar anak SD, sampai pembunuhan dengan motif menjual organ. Siapa yang salah? Jika kita berbicara soal siapa yang salah, tentu saja semuanya salah.  Orang tua: Mereka bersalah karena telah gagal mendidik moral anaknya. Guru: Mereka bersalah karena telah gagal menanam nilai-nilai berbudi pekerti luhur yang baik. Keluarga: Mereka bersalah karena tidak mampu mencukupi kebutuhan rohani anggota keluarganya. Teman sebaya: Mereka bersalah karena tidak mampu saling  menjaga satu sama lain. Figur orang tua dilingkungan: Mereka bersalah karena gagal menjadi figur yang baik untuk lingkungannya. Tayangan TV dan influencer: Mereka bersalah karena gagal menayangkan konten edukatif tapi menarik. Dan masih banyak lagi yang salah....

Enakan mana, WFH atau WFO??

Image
Sumber gambar:  work-from-anywhere-1.jpg (1200×800) (threewill.com) Tahun 2020-2021 Dunia dilanda Pandemi Covid-19 termasuk juga Indonesia. Demi mencegah penularan virus Covid-19 Pemerintah mengeluarkan kebijakan dengan memberlakukan PPKM atau pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat. Dengan adanya pembatasan tersebut, maka seluruh perusahaan, instansi, bahkan sampai pendidikan memberlakukan sistem WFH atau work from home dan pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi yang ada (google meet, zoom, dan lain-lain). Pasca Covid-19, kebijakan PPKMpun dicabut. Berbagai kegiatan masyarakat kembali normal, pasca PPKM kita bisa melihat kondisi ramai dimana-mana, berbagai warung, cafe, mall, toko, semuanya kembali buka, juga kantor-kantor yang tadinya hanya diisi oleh beberapa pegawai saja, sekarang mulai kembali dipadati oleh pegawai. Namun, hal ini justru menjadi sumber stress baru bagi kaula muda yang sudah terlanjur nyaman dengan kegiatan WFH. Karena kegiatan WFH dinilai l...

Mengenal psikosomatis -sakit tapi gak sakit. HA?

Image
Sumber gambar:  maxresdefault.jpg (1280×720) (ytimg.com) Kamu pernah gak si merasakan gejala sakit pada tubuh saat sedang merasa stress atau banyak pikiran atau overthinking? Namun saat kamu mencoba untuk memeriksa penyakit apa yang sedang kamu rasakan, ternyata dokter tidak mendiagnosa apapun kepadamu karena dari hasil pengecekan, dirimu sehat wal afiat. Nah dalam dunia psikologi, gejala tersebut dikenal dengan istilah Psikosomatik atau Psikosomatis. Psikosomatis terdiri dari 2 kata yakni 'psyche' yang berarti fisik dan 'soma' yang berarti tubuh. Secara istilah psikosomatis adalah gejala fisik berupa sakit atau perasaan abnormal yang muncul akibat pikiran dan emosi yang dirasakan seseorang.  Penyebab psikosomatis yaitu gangguan psikologis pada pasien seperti stress, cemas, depresi, overthinking, dan berbagai emosi negatif yang berlebihan. Jadi, tidak semua orang yang mengalami stress dan cemas akan mengalami psikosomatis yaa. Gejala yang muncul dari psikosomatis biasan...

Eksploitasi lansia di sosial media

Image
Sumber gambar:  orang-tua.jpg (800×532) (muslimahnews.net) Beberapa waktu terakhir salah satu platform media sosial yang paling banyak penggunanya sedang ramai tentang live video mandi lumpur.  Sebenarnya setiap orang memiliki kebebasan untuk membuat konten apa saja dan seperti apa saja selama hal tersebut tidak merugikan orang lain. Terkait live mandi lumpurpun sebenarnya bukan sebuah masalah sosial jika konten tersebut bertujuan untuk hiburan semata.  Lantas mengapa konten mandi lumpur menjadi sebuah masalah sosial? Ada beberapa alasan mengapa live mandi lumpur ini dikatakan sebagai masalah sosial, yakni: Konten mandi lumpur bertujuan untuk mendapatkan gift atau koin atau saweran dari penonton (mengemis) Creator tidak akan berhenti mandi lumpur sebelum mencapai target gift/koin/saweran (Hal ini menjadi indikator paling jelas bahwa konten ini berada dibawah koordinasi pihak lain) Creator mandi lumpur rata-rata adalah lansia (Lansia sangat rentan dengan penyakit-penyakit ...

Jangan beri kesempatan kedua pada pasanganmu

Image
Sumber gambar :  Ilustrasi-Kesempatan-kedua.-Ist-300x263.jpeg (300×263) (sesawi.net) Dalam hidup, kita dituntut untuk menjadi 'orang baik' Namun, 'baik' sangatlah luas maknanya. Bahkan baik bisa berubah bentuk menjadi 'tidak baik' disituasi, kondisi, dan persepsi yang berbeda. Salah satu turunan dari makna 'baik' adalah memaafkan dan memberi kesempatan kedua pada setiap individu tanpa memandang ras, suku, agama, antar golongan, termasuk gender. Memberi maaf juga merupakan sikap yang diperintahkan oleh agama untuk mendapatkan ganjaran berupa pahala. Dengan memaafkan, diharapkan kita bisa menjaga perdamaian dan kesehatan mental diri sendiri. Tapi bagaimana jika ternyata ada 'oknum' yang memanfaatkan kebaikan hati kita dengan sering melakukan kesalahan yang sama, meminta maaf, meminta kesempatan kedua, memanfaatkan kalimat 'manusia tak luput dari dosa dan kesalahan. Memaafkan adalah kewajiban dalam agama' kemudian mendapatkan tempat, dan men...

Review Novel Bumi Karya Tere Liye

Image
Sumber gambar: https://novelkupdf.blogspot.com/2019/01/download-novel-bumi-tere-liye-pdf.html Judul: Bumi Pengarang: Tere Liye Tahun Terbit: 2014 Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Ringkasan "Bumi" menceritakan petualangan Raib, Seli, dan Ali yang tidak hanya harus menyelesaikan permasalahan di dunianya, namun juga harus menghadapi berbagai tantangan di dunia paralel yang penuh keajaiban dan misteri. Raib adalah seorang gadis remaja yang bisa menghilang, sebuah kemampuan yang dimilikinya sejak kecil namun selalu disembunyikan. Suatu hari, dia secara tidak sengaja menemukan portal ke dunia lain, dunia bernama Klan Bulan. Bersama sahabatnya, Seli, yang memiliki kekuatan listrik, dan Ali, seorang jenius teknologi, mereka memulai petualangan yang mengharuskan mereka mengungkap rahasia besar yang tersembunyi di balik kemampuan mereka dan dunia paralel lainnya. Karakter utama 1. Raib: Gadis yang bisa menghilang. Ia merupakan tokoh utama yang mempunyai kekuatan khusus dan menjadi pus...

Ketika Stereotipe dijadikan Sebagai Pelindung AIB

Image
Sumber gambar:  what-is-the-meaning-of-stereotype-2834956_FINAL-05748635242b44c0818e493b4568bc2f.png (1500×1000) (thoughtco.com) "Saya ini orang tua kamu, biar gimanapun juga surga ada dibawah telapak kaki saya" "Saya ini suami kamu, biar gimanapun juga ridhonya saya adalah surga untuk kamu" dan masih banyak lagi... Indonesia adalah negara dengan budaya ketimuran yang sangat kental. Sampai sampai stereotip yang terbentuk biasanya berlandaskan agama. Orang tua dianggap sebagai orang yang pasti benar, ayah dianggap sebagai pemberi nafkah tunggal, ibu dianggap seolah-olah sebagai satu-satunya pintu surga, anak harus selalu patuh agar mendapat surga, dan masih banyak lagi. Semua stereotip itu benar adanya, sama sekali tidak salah karena memang agama menganjurkan seperti itu. Bahkan hal-hal seperti itu sudah menjadi budaya. Namun, yang keliru adalah ketika orang yang dielu-elukan justru malah menjadikan stereotip seperti ini sebagai pelindung bagi aibnya sendiri.  Padaha...